“Dasar Ga Tau Diri”

organisasi bermuka dua! ya itulah realita yang dominan menghiasi dinamika organisasi mahasiswa (ormawa) Politeknik Telkom saat ini. muka pertama, mereka (baca: ormawa) berlabelkan dan memakai atribut institusi Politeknik Telkom, yang implikasinya mereka berada di bawah ‘ketiak’ manajemen khususnya dalam hal legalisasi dan pendanaan kegiatan. muka kedua, mereka cenderung egois dan mengonsumsi dana tsb untuk kepentingan mereka tanpa memberikan feedback ke institusi Politeknik Telkom terutama feedback ke mahasiswa.

mereka yang bermuka dua ini tak ubahnya pihak asing yang hanya bisa mengeruk kekayaan negeri ini untuk kepentingan pribadi! tidak jauh berbeda! mereka mengeruk ‘kekayaan’ institusi tanpa memberikan feedback konkret ke institusi (lebih tepat ke mahasiswa). mereka cenderung sibuk dengan urusan rumah tangga mereka, pencerdasan ya pencerdasan untuk diri mereka sendiri, kegiatan ya kegiatan untuk mereka sendiri. ke mahasiswa lain? NIHIL!!! pendanaan yang dipakai? dari institusi!!! apakah mereka tidak belajar mengenai simbiosis mutualisme? bukankah kalau kita mengajukan pendanaan ke sponsor luar, kita harus memberikan feedback ke pihak sponsor tsb? nah lantas ke institusi sendiri bagaimana? sekarang lihat respon mahasiswa terkait eksistensi ormawa baik secara konstitusional maupun secara verbal? NONSENSE! di lain sisi, ada juga diantara mereka yang sibuk memberikan feedback dan kebermanfaatan mereka ke luar (masyarakat luas). Memang langkah yang sangat bagus tapi rasanya mereka layaknya KACANG YANG LUPA KULIT! dasar ga tau diri! ga mau bersyukur uda diberi legalisasi dan pendanaan!

mengapa dari tadi yang lebih ditekankan feedback? karena harusnya, mereka lebih sadar bahwa berani terjun bebas ke dunia organisasi berarti berani untuk masuk ke level MEMBERI/MANFAAT, bukan MEMINTA lagi.  dan alangkah bijaknya jika mereka memberikan program-program atau kegiatan yang konkret bermanfaat kepada mahasiswa (ke internal terlebih dahulu). bukankah dalam agama kita dianjurkan untuk bersedekah/beramal di lingkungan keluarga terlebih dahulu??? dengan melakukan itu, mereka secara tidak langsung telah membangkitkan iklim dan budaya MANFAAT di kampus dan dinamika ormawa jauh lebih positif. Eksistensi mereka pun diapresiasi secara positif oleh institusi dan mahasiswa. selain itu, mereka akan menjadi kaum intelektual yang beradab yang mampu mempertanggungjawabkan konsekuensi logis berada dibawah naungan institusi!

jika kedepannya, mereka yang bermuka dua ini tetap keukeuh, lebih baik mereka menanggalkan atribut institusi, dan silakan menjadi organisasi independen saja.  jangan sampai iklim ormawa di kampus diisi oleh mereka-mereka yang tak tau diri & tak mau bersyukur! kacang lupa kulit!

jadi sekarang, silakan bercermin, apa yang telah organisasi kita berikan untuk institusi dan mahasiswa Politeknik Telkom?

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • pak ogah  On June 17, 2011 at 6:33 pm

    dari mahasiswa, oleh mahasiswa, untuk mahasiswa..
    any questions??

  • Kaum Marjinal  On August 4, 2011 at 12:29 pm

    majutapersemester = sampah

  • angel  On August 4, 2011 at 1:24 pm

    real = dari mahasiswa, oleh mahasiswa, untuk manajemen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: