Mimpi : Pemimpin Cerdas Simsalabim

“pemimpin kita CERDAS ga sih?”

sebuah pertanyaan yang sangat menghujam telinga para pemimpin organisasi mahasiswa (selanjutnya disebut ormawa) kampus Politeknik Telkom. Pemimpin ormawa (selanjutnya disebut mereka) yang cerdas bak menjadi harta karun yang sulit tuk ditemukan, walaupun tidak mustahil. Dewasa ini, mereka terjebak dalam paradigma pemikiran yang sempit, yang hanya memandang amanah organisasi dari lubang ‘sedotan’. Mereka terjebak dalam sistem yang mempekerjakan mereka untuk menyelesaikan program kerja tepat waktu!  Mereka terjebak dalam kerangka pemikiran pelayanan, advokasi, staff, proker, idealisme dan tetek bengek sebagainya. Pernahkan mereka memikirkan KEBUTUHAN PENCERDASAN  bagi diri mereka pribadi? Saya yakin, mereka semua pasti memikirkan pencerdasan bagi para bawahan mereka, tapi bagaimana dengan diri mereka sendiri? Bagaimana mau mencerdaskan orang lain kalau diri mereka belum cerdas?

Untuk sekadar menguji seberapa cerdas mereka, cukup dengan menanyakan:

  1. Berapa buku (selain courseware tentunya) yang sudah mereka baca?
  2. Buku-buku apa saja yang sudah mereka baca?
  3. Seberapa sering mereka membaca buku?
  4. Ada berapa banyak buku yang menumpuk di kamar kos mereka?
  5. Berapa banyak waktu yang mereka luangkan untuk membaca buku dalam sehari?

Silakan tanyakan pertanyaan-pertanyaan tersebut pada mereka, termasuk pemimpin organisasi maupun pemimpin divisi. Jika ternyata jawaban mereka relatif sedikit dan tidak memenuhi harapan, MAAF, ber-HATI-HATI-lah kalian semua saudaraku, kalian dipimpin oleh pemimpin bodoh yang memimpin dengan cara yang bodoh dan membodoh-bodohi.

Memang benar, buku hanyalah guratan teoritis. Dalam berorganisasi yang terpenting adalah praktis tapi perlu kita cermati bahwa PRAKTIS dilandasi oleh TEORITIS. Bagaimana mau mengerjakan/mempraktikan sesuatu jika kita tidak tahu teori/ilmunya? John C Maxwell pernah mengatakan bahwa pengetahuan memberikan kita keterampilan untuk memimpin. Bagaimana kita mendapatkan pengetahuan/ilmu? Ya jelas dari MEMBACA (BERTANYA & BERDISKUSI)! Sekarang, silakan kita amati bersama pemimpin besar mana yang tidak suka membaca? MUSTAHIL kita temukan pemimpin besar yang tidak suka membaca! bahkan para pemimpin besar tersebut telah menelurkan gagasan-gasan besarnya melalui BUKU.

Kepemimpinan cerdas bukanlah kepemimpinan simsalabim! MIMPI! Butuh pengorbanan dan upaya untuk meraih kecerdasan tersebut. Cerdaskan diri, baru cerdaskan orang lain dan itulah siklus alamiah kehidupan kita. KECERDASAN adalah modal yang sangat berharga bagi seorang pemimpin, kesadaran akan kebutuhan terhadap pencerdasan diri akan menuntun kepada kondisi ideal, PEMIMPIN yang CERDAS. Merendahkan hati dan menggadaikan gengsi akan menjadi gerbang pembuka agar niat kita bulat dalam membenahi diri ini.

Alangkah indahnya jika para pemimpin ormawa politel mengecap titel PEMIMPIN CERDAS. Visi besar yang mereka usung bukan isapan jempol belaka, bukan impian yang mengawang-awang. Semoga saja, mereka benar-benar PEMIMPIN CERDAS, ya semoga saja. Kalaupun belum cerdas (lebih tepatnya TIDAK CERDAS), semoga saja mereka mau mencerdaskan diri, ya semoga saja.

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • angel  On August 4, 2011 at 12:55 pm

    sedikit bertanya :
    berarti dengan kata lain penulis sudah merasa cerdas dengan hanya membaca buku buku dan buku

    tdk bsa d pungkiri qt ini hdup d jaman kemajuan teknologi boos

    pemimpin tidak hanya belajar dari buku yang ql d beli mahalnya nauzubillah dan tebelnya bisa buat nabok maling yg lwat depan kosan..

    ql masih ngandelin buku buat apa perkembangan teknologi sekarang…

    jgn salah anggap orang yg g baca buku / sedikit baca buku = tidak cerdas.

    co/ anak2 KAMPUS P*LTEK T**KOM cerdas2 bukan dari buku n courseware aja tapi dari yang lain boos

    jangan MENGENERALISASIKAN Sesuatu yah..

    kritik boleh tapi ya mbok dfikirkan bagaimana perasaan yg merasa seperti itu

    • keripikpedas17  On August 4, 2011 at 1:18 pm

      1. penulis bukannya merasa cerdas, hanya mengingatkan semuanya, termasuk diri penulis 🙂
      2. “pemimpin tidak hanya belajar dari buku yang ql d beli mahalnya nauzubillah dan tebelnya bisa buat nabok maling yg lwat depan kosan”..? hahahahaaa..komentarnya seperti komentar orang yang tidak berpendidikan. silakan anda belajar dari pemimpin-pemimpin besar dunia 🙂
      3. anti kritik = sampah boss, itu kata Gie 🙂

  • angel  On August 4, 2011 at 1:30 pm

    memang sy tidak berpendidikan karena pendidikan mahal boos hanya orang orang yg mampu yg bisa dapet pendidikan

    pemimpin2 besar dunia??? hitler?? sadam husein?? barack obama?? atau si bush?? yang saya tau cuma itu aja yang terkenal d tipi tipi (maklum g punya buku cz mahal )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: